Asuransi Kebakaran

Asuransi Kebakaran ( Fire Insurance )

” Adapun yang dimaksud dengan kebakaran adalah proses oksidasi disertai panas yang meningkat sehingga terbit lidah api. Panas sajamengangah dan hangusnya barang belum merupakan kebakaran.”

” Kebakaran yang dijamin asuransi adalah yang membakar barang yang tidak dimaksudkan untuk dibakar sehingga arang didapur misalnya, tidak terbakar dalam arti kata asuransi”

Api sendiri terdiri dari 3 ( tiga ) unsur pokok, yang secara skematis dapat digambarkan sebagai segitiga api.

segitiga api1. Bahan Bakar( Fuel)

Bahan bakar dapat berbentuk padat, cair maupun gas antara lain kayu, kertas, karet, bensin, solar dan sebagainya.

2. Panas(Heat)

Panas / heat disebabkan oleh :

a. Suatu reaksi kimia, pencampuran 2 ( dua ) komponen yang berlainan, antara lain gula pasir dengan asam kuat dan lain- lain.

b. Nyala api (reaksi) yang sedang berlangsung antara ketiga unsur

c. Temperatur, bisa dari matahari, listrik dan sebagainya.

3. Oksigen ( O 2)

Dijumpai dalam udara yaitu lebih kurang 21% dari volume.

Sebab – sebab terjadinya kebakaran ada 3 (tiga) faktor

1. Faktor manusia ( sabotase, sembrono)

2. Faktor alat/mesin ( gesekan, sambungan singkat)

3. Faktor alam ( gunug berapi, petir)

Polis Standar Kebakaran Indonesia ( PSKI – 1982)

Polis yang dipakai dasar perjanjian asruansi kebakaran di indonesia saat ini adalah ” Polis Standar Kebakaran Indonesia ” dikeluarkan oleh Dewan Asuransi Indonesia dan disingkat namanya menjadi ” PSKI “

Luas jaminan PSKI adalah sebagai berikut :

1. Akibat kebakaran

2. Akibat Petir

3. Akibat Ledakan

4. Akibat Kejatuhan pesawat terbang

5. Akibat Asap

Untuk lebih jelasnya mengenai hal ini dapat dibaca pada polis yang bersangkutan.

Sebagaimana diketahui, bahwa beberapa hal yang dikecualikan ( tidak dijamin) adalah antara lainakibat – akibat dari :

1. Kerusuhan dan perampokan

2. Gempa bumi/letusan  gunung berapi

3. Angin topan, badai, banjir dan kerusakan akibat air

4. Arus Pendek

5. Tanah Longsor

6. Gangguan usaha akibat kebakaran ( kerugian akibat tidak langsung)

7. Kebakaran yang timbul dari sifat barang itu sendiri

8. Pencurian atau kehilangan barang pada saat terjadinya peristiwa kebakaran.

9. Kesengajaan tertanggung, pelayan atau karyawan tertanggung

10. Diakibatkan oleh kebakaran hutan, semak, alang alang dan gambut

11. Akibat perang, penyerbuan, aksi musuh, dan sebagainya ( lihat polis)

12. Reaksi Nuklir

” Namun demikian , apabila Tertanggung menghendaki hal – hal yang dikecualikan tersebut dijamin, maka antara tertanggung dan Perusahaan asuransi dapat mengadakan perjanjian tambahan “

Sebagai ccontoh misalnya apabila seorang tertanggung ingin mengasuransikan pabriknya terhadap resiko kebakaran diperluas dengan akibat kerusakan dan pemogokan, maka apabila Perusahaan asuransi setuju diterbitkan surat tambahan atau ” endorsemen” pada polis asuransi kebakaran yang bersangkutan yang menyatakan perluasan jaminan tersebut dan kepada Tertanggung diwajibkan  membayar premi. Dalam hal ini perlu diketahui bahwa mulai tahun 1997 untuk resiko ” gempa bumi” harus dibuat polis tersendiri walaupun tetap harus merupakan perluasan dari polis asuransi kebakaran.

Asuransi Terbaik di indonesia 2014 yang kami berikan kepada anda